Kamis, 19 Desember 2013

Analisis Kasus menggunakan Undang-Undang No. 13 tentang Ketenagakerjaan

Pemutusan Hubungan Kerja
Dalam dunia kerja, kita lazim mendengar istilah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). PHK sering kali menimbulkan keresahan khususnya bagi para pekerja. Karena keputusan PHK ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup dan masa depan para pekerja maupun keluarga pekerja yang mengalaminya. 

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan perusahaan/majikan. Hal ini dapat terjadi karena pengunduran diri, pemberhentian oleh perusahaan atau habis kontrak.

Kasus PHK Sepihak, Buruh Tuntut MA Tolak PK Pengusaha
Laporan: M Dasril Yakub
Kamis, 28 November 2013 | 13:01 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Para buruh yang tergabung dalam forum Gerakan Solidaritas Perjuangan Buruh(GSPB) melakukan demonstrasi di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta. Buruh menuntut Mahkamah Agung untuk menolak perkara Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan PT Micro Garment. Perusahaan tersebut dinilai telah melakukan PHK sepihak kepada 171 buruhnya.
"Ini sebagai bukti perlawanan kita terhadap PT Micro Garment," ujar Koordinator Lapangan Demo, Ahmad Jejen, di depan Mahkamah Agung, Jakarta, Kamis, (28/11).
Kasus ini bermula ketika 171 Buruh di-PHK secara sepihak oleh perusahaan, lantaran menuntut hak-hak normatif (kenaikan upah, hak cuti, dan lain-lain) pada Mei 2011. Buruh membawa kasus ini ke pengadilan hubungan industrial (PHI) Bandung. Buruh memenangkan tuntutan ini dan meminta perusahaan membayar hak-hak buruh.
PT Micro Garment mengajukan kasus ini ke MA hingga PK. Pada 18 November 2013, MA menginformasikan bahwa PK pengusaha dikabulkan. Sekretaris Umum Gerakan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB) Ahmad Jejen menilai ada indikasi terjadi praktek hitam atas kasus ini. Padahal, lanjut Jejen, perkara 171 buruh yang di-PHK sepihak sudah dimenangkan 2 tingkat pengadilan yakni Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung dan Mahkamah Agung.

Editor: Asnawi Khaddaf

       Menurut pasal 51 Undang–Undang No. 13 tahun 2003 mengenai hubungan kerja, menyebutkan bahwa:
(1) Perjanjian kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh.
(2) Perjanjian kerja yang dipersyaratkan secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lalu menurut pasal 52 ayat (1) perjanjian kerja dibuat atas dasar :
a. kesepakatan kedua belah pihak;
b. kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum;
c. adanya pekerjaan yang diperjanjikan; dan
d. pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Maka tidak diperbolehkan bagi sebuah perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan karyawan secara sepihak karena menurut pasal 55 perjanjian kerja tidak dapat ditarik kembali dan/atau diubah, kecuali atas persetujuan para pihak.
       Selain itu menurut pasal 61 Undang–Undang No. 13 tahun 2003 ayat (1), perjanjian kerja dapat berakhir apabila:
a. pekerja meninggal dunia;
b. berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja;
c. adanya putusan pengadilan dan/atau putusan atau penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; atau
d. adanya keadaan atau kejadian tertentu yang dicantumkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja.
Jadi, pihak yang mengakhiri perjanjian kerja sebelum jangka waktu yang ditentukan dan tidak dengan alasan seperti yang sudah disebutkan, maka wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya baik perusahaan maupun karyawan/buruh, sebagaimana dalam kasus di atas yang menyebabkan perusahaan mem-PHK buruh-buruhnya karena buruh meminta hak-hak yang sudah seharusnya diberikan oleh perusahaan seperti kenaikan upah, hak cuti, dan lain-lain, berarti PT Micro Garment wajib membayar ganti rugi kepada buruh apabila alasan mereka mem-PHK buruh-buruhnya tidak dapat diterima oleh mahkamah agung, dan peraturan mengenai uang pesangon, uang penghargaan serta uang penggantian hak diatur dalam pasal 156, pasal 160 sampai pasal 169 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
       Perusahaan dapat melakukan PHK apabila pekerja melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama (PKB). Akan tetapi sebelum mem-PHK, perusahaan seharusnya memberikan surat peringatan secara bertahap sebanyak 3 kali berturut-turut. Perusahaan juga dapat menentukan sanksi yang layak tergantung jenis pelanggaran, dan untuk pelanggaran tertentu, perusahaan bisa mengeluarkan SP-3 secara langsung atau langsung memecat. Semua hal ini diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan masing-masing. Karena setiap perusahaan mempunyai peraturan yang berbeda-beda, dengan adanya keputusan PHK secara sepihak ini, wajar saja jika para buruh tidak terima dengan adanya Peninjauan Kembali dari PT Micro Garment padahal sudah dijatuhkan putusan bahwa buruh memenangkan tuntutan.

Sumber:
  • http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/28/2/197658/Kasus-PHK-Sepihak-Buruh-Tuntut-MA-Tolak-PK-Pengusaha
  • http://m.gajimu.com/main/pekerjaan-yanglayak/kontrak-kerja/pemutusan-hubungan-kerja
  • http://portal.jogjaprov.go.id/attachments/article/106/UU13-2003%20perlindungan%20naker.pdf

Rabu, 27 November 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (15-11-13)




Persamaan TNA dengan seleksi&rekrutment:
  • Sama-sama ada assessment


Perbedaan TNA dengan seleksi&rekrutment:
  • Seleksi Rekrutmen:
    1. Belum menjadi karyawan
    2. Dinilai pengalaman sebelumnya
    3. Output --> diterima atau tidak sebagai karyawan


  • Training Need Analisis:
    1. Sudah menjadi karyawan
    2. Dinilai hasil kerja sebelumnya
    3. Output --> training/development/others

- Gap: di evaluasi --> self evaluasi dan evaluasi organisasi jadi penentu di Motivasi.
Apabila gapnya positiv (+) maka akan mendapat promosi, rotasi tetapi bukan demosi atau turun jabatan. Jika gapnya negativ (-) maka akan mendapatkan pengembangan.

- Fit: Fit dan Gap postiv (+) menjadi promosi, rotasi: area lebih luas, tanggung jawab lebih besar.

Psikodiagnostik II (observasi) (12-11-13)

Observasi dengan Intervensi
     - Alasan-alasan untuk melakukan intervensi:
  1. Menyebabkan terjadinya suatu kejadian yang jarang terjadi di alam
  2. Meneliti batas-batas respon suatu organisme dengan melakukan variasi sistematika
  3. Mendapatkan akses ke situasi yang pada umumnya tidak terbuka bagi observasi ilmiah
  4. Mengatur kondisi sedemikian rupa (melakukan kontrol)

Jenis Observasi dengan Intervensi
  • Participant Observation
    • Pengamat memainkan peran ganda
    • Memungkinkan pengamat mendapatkan akses ke sebuah situasi
  • Observasi Terstruktur
    • Pengamat melakukan intervensi untuk menyebabkan timbulnya suatu kejadian sehingga kejadian yang dimaksud dapat di catat secara lebih mudah
  • Field Eksperimen
    • Peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting alamiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku
  • Peneliti melakukan banyak kontrol
    • Contoh: pura-pura memotong antrian.

Rekaman
     1. Kualitatif:
    •  Rekaman naratif berupa diskusi tertulis tentang perilaku
    •  Mengklasifikasikan dan mengorganisasikan data
    •  Segera dibuat setelah perilaku diobservasi
    2. Kuantitatif:
    • Ada pengukuran: frekuensi atau durasi.
    • Menggunakan skala pengukuran
    • Rating scales

Psikodiagnostik II (observasi) (29-10-13)

  • Observasi dengan intervensi: melakukan penelitian dengan mempengaruhi yang di observasi
  • Observasi penting karena setiap orang memiliki kemampuan untuk observasi dan wawancara (melekat) --> kemampuan dasar yang harus dimiliki psikolog
  • Observasi dan wawancara sangat penting:
       1) Untuk menangkap masalah
       2) Bisa menangkap perubahan
  • Dalam observasi yang ditunjang dengan wawancara:
       1) Untuk memperkuat dugaan
       2) Untuk melengkapi data
  • Perbedaan observasi ilmiah dan observasi umum:
    1. Observasi ilmiah --> observasi by design (kita yang mengatur) dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan secara tepat, dengan cara sistematis dan objektif, dengan pencatatan yang teliti
    2. Tujuan --> mendeskripsikan perilaku
    3. Sampel perilaku (tidak perlu mengikuti 24 jam, karena orang memiliki pola yang sama setiap hari)
  • Hal-hal yang mempengaruhi perilaku
    1. Kehadiran orang lain --> (contoh: dikamar dan dikelas berbeda)
    2. Waktu
    3. Tempat
  • Sampel perilaku
    1. Representatif --> sesuai atau tidak
    2. Validitas berhubungan dengan truthfulness --> tingkat kepercayaan
    3. Validitas eksternal --> mengacu pada sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi, settings, dan kondisi-kondisi yang berbeda.
  • Time Sampling:
    1. Memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau secara acak.
    2. Sasaran: perilaku yang sering terjadi.
  • Event Sampling:
    1. Sasaran: perilaku yang jarang terjadi,
    2. Pada acara tertentu --> permainan, ritual, rapat, dan lain-lain.
    3. Kejadian tertentu --> bencana alam
  • Situation Sampling:
    1. Mempelajari perilaku dilokasi-lokasi yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda.
    2. Seringnya peneliti mengobservasi perilaku dari semua individu yang hadir tetapi pada beberapa situasi peneliti harus memilih individu yang diobservasi saja.
  • Klasifikasi metode observasi:
    1. Observasi dengan intervensi
    2. Observasi tanpa intervensi
  • Naturalistic Observation:
    1. Observasi tanpa intervensi
    2.   Dilakukan saat:
    • Ingin meneliti perilaku pada situasi alaminya --> agresifitas
    • Tidak memungkinkan untuk dilakukan kontrol.

Kamis, 24 Oktober 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (18-10-13) - Ada 2 materi/pertemuan

Materi ke - 1
Overview of the Human Resource Planning Process

*labor demand = ada 1 orang yang keluar, maka perusahaan cari 1 orang lagi untuk menggantikan


*Semua harus dimiliki jika ingin menjadi people star

HRIS --> IT


Tahap seleksi:
- Screening aplikasi (berupa CV)
- Listing dan calling --> tes (biasanya psikotes)
- Wawancara
- Cek referensi
- Terseleksi






BEI --> Behavior Event Interview


Development for Career
  • Protean Career, adalah pelatihan dan pengembangan bukan hanya sekedar berpartisipasi tetapi juga mementingkan soal ketertarikan (interest/passion). Ini merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi karyawan.
  • Menghilangkan asumsi training bukan hanya untuk mengejar posisi tetapi untuk mengembangkan kemampuan.



Materi ke - 2
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada Jumat lalu (18 Oktober 2013) dapat dikaitkan dengan tim building dimana dalam suatu tim kita harus bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu dalam mencapai tujuan tersebut kita juga harus memiliki seorang pemimpin yang dapat kita andalkan untuk mengintruksikan cara yang benar.

Tim Building sendiri merupakan proses bekerja dalam sebuah kelompok untuk menjalankan tugas-tugas yang harus diselesaikan dan bagaimana anggota kelompok dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui kerjasama dan saling berbagi pengetahuan serta keterampilan, sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan tugas secara efektif, ketimbang dilakukan oleh seorang individu. Dari pengertian tersebut team building dapat dibentuk melalui pelatihan (training), hal ini nantinya akan memberikan pelatihan untuk anggota atau sumber daya manusi didalam tim tersebut untuk bekerja dengan baik dan menyelesaikan tujuan bersama dengan baik, dalam mewujudkan team building dengan training bisa dianggap sebagai hal yang efektif karena saat pelatihan itu kita akan memilih pemimpin yang dapat memimbing tim dengan baik dan untuk meningkatkan produktivitas dengan mendorong suasana kerjasama.


Kamis, 17 Oktober 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (11-10-13)

Analyzing Work and Designing Jobs

1. Organisasi -----> visi+misi+value -> structure -> jobdesc
---------------------- HRP ------------------------- (organisasi dan HRM sama-sama memiliki HRP)
2. HRM -----> 1) Strategic Partner
                    2) Advocate
                    3) Admin
                    4) Charge Agent

- Staff : 1. Recruitment&Seleksi (psikologi dan manajemen)

      • Mengurusi keluar dan masuknya karyawan dalam suatu perusahaan. 
      • Mereka yang memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan berupa iklan dalam media cetak, email, head hunt.
            2. Training&Development (manajemen dan psikologi)


      • Membuat rancangan dan modul jika ada training untuk karyawan-karyawan dalam sebuah perusahaan.
            3. Organization Development (manajemen dan psikologi)


      • Membuat rencana atau planning untuk perusahaan di dalam perusahaan.

            4. Companisasi Benefit (manajemen, financial)

      • Mengelola urusan benefit perusahaan.

            5. Industrial Relation (hukum, manajemen dan psikologi)

- Perusahaan yang sudah memiliki OD berarti merupakan sebuah perusahaan yang besar. Sedangkan perusahaan yang baru dirilis hanya memiliki recruitment&seleksi dan training&development.

Kamis, 10 Oktober 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (04-10-13)

- Dalam suatu organisasi dibagi menjadi 2;

  1. Kumpulan orang-orang yang saling berinteraksi, memiliki visi, misi dan value
  2. System

- Organisasi tersebut memiliki tujuan organisasi yang memiliki visi, misi dan value juga.
- Lalu juga memiliki rencana atau planning.

  • Di dalam planning sebuah organisasi, organisasi tersebut memiliki target-target yang harus dicapai dan struktur organisasi (memiliki tugas sendiri-sendiri --> melalui analisa jabatan)


Visi (tujuan) adalah apa yang ingin kita capai?

  • Memiliki jangka waktu

Visi harus mencerminkan SMART
S = Spesific --> target secara detail
M = Measure --> Dapat diukur => target-target yang harus dicapai
A = Achieveable/Attanable
R = Realistic --> sesuai dengan realita
T = Timeable --> waktunya

Misi adalah kenapa kita ada di dunia ini? - Bukan cara mencapai visi
   --> CEO: - membaca tren
                - tujuannya apa
                - kebutuhannya apa

1. Jobdesc berisi : - uraian kerjaan
                            - tanggung jawab
                            - wewenang
2. Jobdesc berisi : - target
3. Jobdesc berisi : - spesifikasi jabatan

MPP/HRP berisi: - need (kesejahteraan masyarakat) menyesuaikan kebutuhan --> prediksi
                        - projection --> proyeksi pengembangan perusahaan

Senin, 07 Oktober 2013

Psikodiagnostik II (observasi) (01-10-13)

Review kelompok yang sudah presentasi

Kelompok 5
Judul Jurnal: “Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi pada Anak”
Rumusan Masalah:
  • Apakah ada perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode bermain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran?

Tujuan penelitian:
  • Untuk mengetahui efektivitas metode bermain peran (role play) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.

Subjek penelitian:
  • Siswa-siswi kelas B PAUD IT Durratul Islam Ngablak Magelang yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata berdasarkan dari hasil observasi awal. Kelompok control 7 orang, kelompok eksperimen 8 orang.

Metode Penelitian:
  • Observasi dengan metode Child Behaviour Checklist (CBCL).

Kelemahan Penelitian:
  • Subjek yang dipakai dalam penelitian ini
  • Terbatasnya waktu dalam pengambilan subjek
  • Beberapa item yang kurang mewakili dari aspek-aspek keterampilan komunikasi


Kelompok 7
Judul Jurnal: “Memperkecil Frekuensi Membolos melalui Konseling Pribadi Diri”
Tujuan penelitian:
  • Untuk mengetahui efektifitas konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang.

Subjek penelitian:
  • Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima orang, dimana masing-masing konseli memiliki frekuensi membolos 14, 14, 15, 10, dan 18 kali.

Metode Penelitian:
  • Observasi dan wawancara.


Hasil Penelitian: 
  • Ada perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok siswa yang diberikan metode bermain role play dan kelompok yang tidak diberi metode tersebut. Jadi, metode bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.

Senin, 30 September 2013

Psikodiagnostik II (observasi) (24-09-13)

Review Jurnal Kelompok yang Sudah Presentasi
Kelompok  2
Judul Jurnal: “Kartu Motivasi sebagai Bentuk Dukungan Sosial dalam Proses Perawatan pada Anak Kanker Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) yang Diberikan oleh Orang Tua dan Tinjauan dari Agama Islam
Masalah Penelitian: 
  • Bagaimana efektivitas pemberian kartu motivasi sebagai bentuk dukungan sosial orangtua terhadap anak yang sedang menjalani proses perawatan kanker LLA?
Metode Penelitian:
  • Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Dengan cara observasi dan wawancara mendalam atau in-depth interviewa (Chaedar,2002).
Subjek Penelitian:
  • Responden yang diambil dalam penelitian berjumlah 5 orang yaitu orang tua dengan anaknya yang terdiagnosa kanker LLA. 
  • Anak yang terdiagnosa kanker LLA dengan rentan usia 6 sampai 12 tahun.
Kelebihan Penelitian:
  • Penelitian sudah bedasarkan dalam kode etik psikologi.
Kelemahan Penelitian:
  • Peneliti tidak mengungkapkan identitas keterangan tempat dari data subjek yang diwawancarai.
Kelompok  3
Judul Jurnal: “Mengurangi Kecemasan Konseli Mengikuti Ujian Nasional melalui Konseling Kelompok dengan Strategi Relaksasi
Tujuan Penelitian:
  • Untuk membantu konseli mengatasi masalah kecemasan menghadapi ujian, juga untuk meningkatkan aktivitas konseli dalam layanan konseling kelompok
Metode Penelitian:
  • Observasi dan angket
Subjek Penelitian:
  • Subjek dari penelitian ini adalah 12 orang siswa (4 orang laki-laki & 8 orang perempuan), yang duduk di kelas IX SMP Negeri 1 Jatiroto. 
Hasil Penelitian:
  • Bahwa konseling kelompok dengan strategi relaksasi dapat membantu konseli mengatasi masalah kecemasan.

Kelompok  4
Judul Jurnal: “Hubungan Seksual Lansia Pria yang Telah Kehilangan Pasangannya
Tujuan Penelitian:
  • Untuk mencermati perilaku seksual dan pandangan mereka tentang perilaku seksual tersebut.
Metode Penelitian:
  • Observasi dan wawancara.
Subjek Penelitian:
  • Subjek penelitian sebanyak tiga orang duda, berusia diatas 60th yang tetap menduda tetapi memiliki hubungan seksual saat penelitian berlangsung.

Kelompok  6
Judul Jurnal: “Pelatihan Regulasi Emosi untuk Menurunkan Perilaku Agresif pada Anak
Masalah Penelitian: 
  • Apakah pelatihan regulasi emosi dapat menurunkan perilaku agresif pada anak masa sekolah kelas V SD yang berusia 10 tahun?
Metode Penelitian:
  • Penelitian ini menggunakan metode observasi.
Subjek Penelitian:
  • Subjek penelitian berjumlah dua orang siswa  laki-laki sekolah dasar berusia 10 tahun yang berperilaku agresif.

Senin, 23 September 2013

Psikodiagnostik II (observasi) (17-09-13)

Review Materi Psikodiagnostik II (observasi)
Kode Etik dalam Penelitian:
  • Mengharuskan peneliti untuk menghindari semua prosedur yang dapat menyakiti subjek, baik secara psikis maupun fisik.
  • Meminta izin kepada subjeknya untuk pencatatan, dan perekaman. Jika subjek dibawah umur tanyakan ke wali atau orang tua.
  • Peneliti tidak boleh mengungkapkan identitas kecuali jika diizinkan. Hanya untuk psikolog identitasnya, gunakan inisial jika diakademik.
Sumber :
  • Wordman. 1999. 5th edition. Psychology

Review Jurnal Kelompok yang Sudah Presentasi
Kelompok  4
Judul Jurnal: “Penerapan Terapi  Realitas untuk Membantu Coping Stress pada Wanita Pekerja Seksual dengan HIV Positive”
Masalah Penelitian: 
  • Bagaimana efektifitas terapi  realitas dalam mengatasi stress pada wanita pekerja seksual yang mengidap HIV positif?
Tujuan Penelitian:
  • HIV terjangkit oleh wanita stigma negative, peneliti ini ingin membantu agar wanita pekerja seksual menghadapi sumber stress, dan menghadapi realita mengidap HIV tetapi hidup harus berlangsung. Peneliti mencari tahu dulu tentang tempat untuk mendapatkan sample akhirnya ditemukan di Doli 60% wanita pekerja seksual positive HIV.
Metode Penelitian:
  • Wawancara, Observasi dan Alat tes psikologi.
Subjek Penelitian:
  • 2 orang wanita pekerja seksual.

Kelompok 5
Judul Jurnal: “Subjective Well Being pada Anak dari Orang Tua yang Bercerai”
Metode Penelitian:
  •      Wawancara mendalam, Observasi, dan self report.
Subjek Penelitian:
  •    18-21 th, alasan memilih usia 18-21 th karena mereka memiliki pengalaman lebih baik dan memiliki pemikiran operasional.

Kelompok 7
Judul Jurnal: “Dampak Psikososial Enuresis pada Remaja Putri”
Masalah Penelitian:
  • Bagaimana dampak psikososial enuresis pada remaja putri?
Tujuan Penelitian: 
  • Untuk mengetahui dari dampak psikososial enuresis pada remaja putri, apakah ada faktor yang mempengaruhi dalam keseharian dalam kualitas hubungan subjek dengan orang tua, saudara, dan teman sekolah.
Metode Penelitian:
  • Wawancara dan Observasi.
Subjek Penelitian: 
  • Seorang remaja putri berusia 13 tahun.
Kelemahan Penelitian: 
  • Dalam penelitian ini hanya mengambil satu subjek.
Kelebihan Penelitian: 
  • Penelitian menangani subjek dengan lebih detail karena hampir semua informasi tentang subjek memudahkan penelitian, memiliki waktu lebih untuk melakukan observasi dan memfokuskan pada satu subjek.

Sumber Jurnal:
-  Kelompok 4: Jurnal Penelitian Psikologi 2011, Vol. 02, 229-245
-  Kelompok 5: Jurnal Psikologi Volume 35, No. 2 Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada
-  Kelompok 7: http://fpsi.unissula.ac.id/index.phpoption=com_content&view=article&id=185&Itemid=139

Rabu, 18 September 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM - HR Professional dari Perspektif (13-09-13)

- HRM adalah bagian dari organisasi --> yang paling tinggi di dalam organisasi adalah CEO.

- MSDM:

   > Rekrutmen
   > Seleksi
   > Pengupahan
   > Aturan Industrial


- Evolusi dari HRM:
   > Revolusi industri dan pengenalan sistem

   > Proses spesialisasi 

- Kerucut Organisasi:
   Di dalam organisasi terdiri dari
   > Top-CEO (Mencari teman untuk memecahkan masalah)
   > Manager/Supervisior 
   > Staff (Harus bisa belajar dan siap bekerja, tidak boleh membawa masalah).
   Di dalam organisasi, bagian-bagian tersebut memainkan peran dengan baik, bertanggung jawab sebagai HRM Officer, dan perlu melihat fungsi-fungsi HR.

- Role HR:
1. Strategic Partner (dari aspek people): --> menguasai manajemen/bisnis, budget/finance
     - Menciptakan HR sebagai solusi bukan problem
     - Partner dari Manajemen atau Owner
     - Jangan menjadi beban dan jangan datang dengan masalah
2. Advokasi (konselor):
     - HR sebagai advokasi tidak boleh berkeluh kesah
     - Melakukan coach, bimbingan, mentoring
     - Advokasi bagi karyawan
3. Administratif: --> Personal Manajemen (adanya pendataan)
4. Change Agent:
     - Sebagai agen perubahan, membicarakan tentang UMP
     - Berkomunikasi

- Di dalam sebuah organisasi terdapat dua bagian:

     > System yang terdiri dari Finance, Marketing dan Operating
     > SDM yang terdiri dari HR
        * HR lebih banyak pekerjaannya yaitu sebesar 50%, dan harus siap dengan segala konsekuensi. Biasanya tanggung jawab HR ditambah sebesar 10/25% sebagai General Affair mengurus tentang perijinan, listrik dan lain-lain.

Senin, 16 September 2013

Psikodiagnostik II (observasi) - Analisis Jurnal

Judul Jurnal: "Analisis Gender pada Iklan Televisi dengan Metode Semiotika"
Penulis: Naomi Srie Kusumastutie dan Faturochman

   Masalah penelitian dalam penelitian ini adalah "Apakah iklan berimplikasi pada pengukuhan kembali nilai gender stereotipe, bila iklan yang bersangkutan memuat ideologi gender yang seksis?". Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode semiotika. Semiotika merupakan studi tentang tanda (Noviani, 2002) yang berusaha untuk mencari makna ideologis dari suatu teks (Berger, 1982). Penelitian ini menggunakan iklan televisi sebagai objeknya, oleh karena itu peneliti melakukan observasi terhadap iklan-iklan yang ditayangkan untuk mendapatkan gambaran tentang iklan-iklan itu sendiri. Peneliti membagi jenis produk dan kategori jenis iklan yaitu seksis, semi seksis dan non seksis. Dari pembagian kategori tersebut peneliti memilih 2 iklan sebagai sampel yaitu iklan Pond's White Beauty dan Rinso. Dan dari hasil observasi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa kedua iklan tersebut telah menjalankan fungsi ekonomi maupun fungsi sosial dengan caranya sendiri-sendiri. Fungsi ekonomi dijalankan dengan cara mengintegrasikan representasi gender dalam masing-masing iklan, sehingga representasi tersebut dapat membangun fungsi persuasif iklan secara keseluruhan.

      Kelebihan Jurnal ini adalah peneliti menuliskan waktu dilakukannya observasi yaitu pada minggu pertama bulan Juli 2002 tanggal 7 sampai dengan tanggal 13. Setelah mendapatkan gambaran melalui observasi awal, lalu peneliti melakukan perekaman iklan televisi.

      Kelemahan Jurnal ini adalah peneliti hanya mengambil 2 sampel dari kategori seksis dan non seksis. Peneliti tidak mengambil iklan yang semi seksis sehingga tidak dapat membedakan iklan dari ketiga kategori tersebut.

Psikodiagnostik II (observasi) (10-09-13)

Penilaian

  • Absen
        - Administrasi 30%
        - Maya --> 14 review (minimum): harus ada referensi
  • Konten (ebook/jurnal)
  • UTS: tertulis + proposal (membuat video 30 menit)
  • UAS: presentasi film


Review Materi Psikodiagnostik II (observasi)
- Observasi dalam Psikodiagnostika

  • Berkaitan dengan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan memahami variabel psikologis untuk penegakan diagnosis psikologis
  • Ada proses pengukuran dan penggunaan berbagai teknik untuk mampu memahami dan mendiagnosis variabel psikologis
- Observasi perlu bagi Psikolog untuk mengukur perilaku yang tidak dapat diukur dengan alat ukur psikologis lain.
Tujuan dari observasi yaitu mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian yang dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati.
- Observasi terbagi menjadi 2 yaitu Observasi sistematika atau struktur dan Observasi tidak sistematika.


Review Jurnal Kelompok yang Sudah Presentasi (Kelompok 1, 2 dan 3)
Kelompok 1

Judul Jurnal: "Seksualitas Remaja Autis pada Masa Puber"
Masalah Penelitian:
  • Bagaimanakah ekspresi seksual dan perilaku seksual yang ditampakkan oleh remaja autis.
  • Bagaimana peran orang tua, guru, dan terapis sebagai caregiver terkait dengan datangnya masa pubertas?
  • Bagaimana lingkungan atau masyarakat sekitar merespon perilaku seksual yang ditampakkan remaja autis?
  • Bagaimana pemberian pendidikan seksualitas remaja autis secara tepat?
Tujuan Penelitian:
  • Menggambarkan seksualitas remaja autis pada masa puber. Pada penelitian ini pemahaman seksualitas yang digunakan berupa perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh kognisi dan perubahan afeksi atau emosional.
Metode Penelitian:
  • Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan metode pengambilan data triangulasi; wawancara, observasi dan dokumen.
Subjek Penelitian:
  • Subjek penelitian dibagi menjadi dua, yakni subjek kasus dan subjek penelitian. Subjek kasus; perempuan 11 tahun dan laki-laki 15 tahun. Subjek partisipan yaitu caregiver; orang tua, pengasuh, guru, maupun terapis.
Hasil Penelitian:
  • Perkembangan seksual individu Autis:
       - Kekurangan kontrol diri, kesadaran sosial, dan pemahaman penyaluran hasrat seksual.
       - Perkembangan emosi dan keterampilan sosial yang tidak berimbang.


Kelompok 2
Judul Jurnal: "Mangupa pada Pasangan Pernikahan Pemula dalam Masyarakat Perantau Tapanuli Selatan"
Masalah Penelitian:
  • Tema-tema psikologis apa yang muncul dari tradisi mangupa?
Tujuan Penelitian:
  • Penelitian ini berupaya mengungkap tema-tema psikologis yang terkandung dalam tradisi mangupa.
Subjek Penelitian:
  • Lima pasangan pernikahan pemula tapanuli selatan di Pekanbaru yang usia pernikahannya dibatasi 0-3 tahun, sesuai dengan fase blendingnesting, dan maintaining.
Metode Penelitian:
  • Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi
  • Jenis wawancara : Wawancara terbuka
  • Observasi: Metode observasi yang digunakan adalah jenis berperan serta secara lengkap. Dalam hal ini, pengamat menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya. Dengan demikian ia dapat memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkannya, termasuk yang dirahasiakan sekalipun (Moleong, 2001).
  • Penelitian ini juga menggunakan observasi partisipan yakni peneliti menggunakan observer tambahan diluar peneliti sendiri.
  • Dokumentasi: Dokumentasi ialah setiap bahan tertulis ataupun film (Moleong 2001). Dokumentasi dalam penelitian ini menggunakan foto-foto yang merekam prosesi tradisi mangupa.
Hasil Penelitian:
  1. Tema          : Pemberian nasihat oleh orang tua,saudara dan harajaon.
  2. Tema          : Penyampain doa dan harapan untuk hidup yang baik.
  3. Tema          : Aktifitas fungsi kaulak tondi tu badan.
  4. Tema          : Meningkatkan motivasi untuk menghadapi hidup
  5. Tema          : Perasaan senang dan bahagia
  6. Tema          : Merasa sangat disayangi dan menjadi pusat perhatian
  7. Tema          : Perlengkapan mangupa merupakan simbol-simbol yang menjadi petunjuk

Kelompok 3
Judul Jurnal: "Presentasi Diri dan Desepsi dalam Komunikasi Media Computer pada Pengguna Internet Relay Chat"
Tujuan Penelitian:
  • Mengkaji tentang bentuk komunikasi antar pribadi dalam sebuah komunitas jaringan komputer, yakni ketika lotus interaksi tatap muka digantikan oleh konteks komunikasi berbasis teks.
Subjek Penelitian:
  • Penelitian ini menggunakan 7 orang partisipan chatroom yang berperan sebagai key informan.
Metode Penelitian:
  • Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, subjek dalam penelitian ini ditentukan secara konteks situasi penelitian.