Kamis, 24 Oktober 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (18-10-13) - Ada 2 materi/pertemuan

Materi ke - 1
Overview of the Human Resource Planning Process

*labor demand = ada 1 orang yang keluar, maka perusahaan cari 1 orang lagi untuk menggantikan


*Semua harus dimiliki jika ingin menjadi people star

HRIS --> IT


Tahap seleksi:
- Screening aplikasi (berupa CV)
- Listing dan calling --> tes (biasanya psikotes)
- Wawancara
- Cek referensi
- Terseleksi






BEI --> Behavior Event Interview


Development for Career
  • Protean Career, adalah pelatihan dan pengembangan bukan hanya sekedar berpartisipasi tetapi juga mementingkan soal ketertarikan (interest/passion). Ini merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi karyawan.
  • Menghilangkan asumsi training bukan hanya untuk mengejar posisi tetapi untuk mengembangkan kemampuan.



Materi ke - 2
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada Jumat lalu (18 Oktober 2013) dapat dikaitkan dengan tim building dimana dalam suatu tim kita harus bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu dalam mencapai tujuan tersebut kita juga harus memiliki seorang pemimpin yang dapat kita andalkan untuk mengintruksikan cara yang benar.

Tim Building sendiri merupakan proses bekerja dalam sebuah kelompok untuk menjalankan tugas-tugas yang harus diselesaikan dan bagaimana anggota kelompok dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut. Melalui kerjasama dan saling berbagi pengetahuan serta keterampilan, sebuah tim seringkali mampu menyelesaikan tugas secara efektif, ketimbang dilakukan oleh seorang individu. Dari pengertian tersebut team building dapat dibentuk melalui pelatihan (training), hal ini nantinya akan memberikan pelatihan untuk anggota atau sumber daya manusi didalam tim tersebut untuk bekerja dengan baik dan menyelesaikan tujuan bersama dengan baik, dalam mewujudkan team building dengan training bisa dianggap sebagai hal yang efektif karena saat pelatihan itu kita akan memilih pemimpin yang dapat memimbing tim dengan baik dan untuk meningkatkan produktivitas dengan mendorong suasana kerjasama.


Kamis, 17 Oktober 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (11-10-13)

Analyzing Work and Designing Jobs

1. Organisasi -----> visi+misi+value -> structure -> jobdesc
---------------------- HRP ------------------------- (organisasi dan HRM sama-sama memiliki HRP)
2. HRM -----> 1) Strategic Partner
                    2) Advocate
                    3) Admin
                    4) Charge Agent

- Staff : 1. Recruitment&Seleksi (psikologi dan manajemen)

      • Mengurusi keluar dan masuknya karyawan dalam suatu perusahaan. 
      • Mereka yang memberikan informasi mengenai lowongan pekerjaan berupa iklan dalam media cetak, email, head hunt.
            2. Training&Development (manajemen dan psikologi)


      • Membuat rancangan dan modul jika ada training untuk karyawan-karyawan dalam sebuah perusahaan.
            3. Organization Development (manajemen dan psikologi)


      • Membuat rencana atau planning untuk perusahaan di dalam perusahaan.

            4. Companisasi Benefit (manajemen, financial)

      • Mengelola urusan benefit perusahaan.

            5. Industrial Relation (hukum, manajemen dan psikologi)

- Perusahaan yang sudah memiliki OD berarti merupakan sebuah perusahaan yang besar. Sedangkan perusahaan yang baru dirilis hanya memiliki recruitment&seleksi dan training&development.

Kamis, 10 Oktober 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (04-10-13)

- Dalam suatu organisasi dibagi menjadi 2;

  1. Kumpulan orang-orang yang saling berinteraksi, memiliki visi, misi dan value
  2. System

- Organisasi tersebut memiliki tujuan organisasi yang memiliki visi, misi dan value juga.
- Lalu juga memiliki rencana atau planning.

  • Di dalam planning sebuah organisasi, organisasi tersebut memiliki target-target yang harus dicapai dan struktur organisasi (memiliki tugas sendiri-sendiri --> melalui analisa jabatan)


Visi (tujuan) adalah apa yang ingin kita capai?

  • Memiliki jangka waktu

Visi harus mencerminkan SMART
S = Spesific --> target secara detail
M = Measure --> Dapat diukur => target-target yang harus dicapai
A = Achieveable/Attanable
R = Realistic --> sesuai dengan realita
T = Timeable --> waktunya

Misi adalah kenapa kita ada di dunia ini? - Bukan cara mencapai visi
   --> CEO: - membaca tren
                - tujuannya apa
                - kebutuhannya apa

1. Jobdesc berisi : - uraian kerjaan
                            - tanggung jawab
                            - wewenang
2. Jobdesc berisi : - target
3. Jobdesc berisi : - spesifikasi jabatan

MPP/HRP berisi: - need (kesejahteraan masyarakat) menyesuaikan kebutuhan --> prediksi
                        - projection --> proyeksi pengembangan perusahaan

Senin, 07 Oktober 2013

Psikodiagnostik II (observasi) (01-10-13)

Review kelompok yang sudah presentasi

Kelompok 5
Judul Jurnal: “Efektivitas Metode Bermain Peran (Role Play) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi pada Anak”
Rumusan Masalah:
  • Apakah ada perbedaan keterampilan komunikasi pada anak yang diberikan perlakuan metode bermain peran (role play) dengan anak yang tidak diberikan perlakuan metode bermain peran?

Tujuan penelitian:
  • Untuk mengetahui efektivitas metode bermain peran (role play) dalam meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.

Subjek penelitian:
  • Siswa-siswi kelas B PAUD IT Durratul Islam Ngablak Magelang yang memiliki keterampilan komunikasi dibawah rata-rata berdasarkan dari hasil observasi awal. Kelompok control 7 orang, kelompok eksperimen 8 orang.

Metode Penelitian:
  • Observasi dengan metode Child Behaviour Checklist (CBCL).

Kelemahan Penelitian:
  • Subjek yang dipakai dalam penelitian ini
  • Terbatasnya waktu dalam pengambilan subjek
  • Beberapa item yang kurang mewakili dari aspek-aspek keterampilan komunikasi


Kelompok 7
Judul Jurnal: “Memperkecil Frekuensi Membolos melalui Konseling Pribadi Diri”
Tujuan penelitian:
  • Untuk mengetahui efektifitas konseling pribadi dapat memperkecil frekuensi membolos konseli pada semester ganjil tahun 2009/2010 di SMA Islam Lumajang.

Subjek penelitian:
  • Sampel dalam penelitian ini sebanyak lima orang, dimana masing-masing konseli memiliki frekuensi membolos 14, 14, 15, 10, dan 18 kali.

Metode Penelitian:
  • Observasi dan wawancara.


Hasil Penelitian: 
  • Ada perbedaan peningkatan yang signifikan pada keterampilan komunikasi antara kelompok siswa yang diberikan metode bermain role play dan kelompok yang tidak diberi metode tersebut. Jadi, metode bermain peran efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak.