Rabu, 27 November 2013

Psikologi dalam Manajemen SDM (15-11-13)




Persamaan TNA dengan seleksi&rekrutment:
  • Sama-sama ada assessment


Perbedaan TNA dengan seleksi&rekrutment:
  • Seleksi Rekrutmen:
    1. Belum menjadi karyawan
    2. Dinilai pengalaman sebelumnya
    3. Output --> diterima atau tidak sebagai karyawan


  • Training Need Analisis:
    1. Sudah menjadi karyawan
    2. Dinilai hasil kerja sebelumnya
    3. Output --> training/development/others

- Gap: di evaluasi --> self evaluasi dan evaluasi organisasi jadi penentu di Motivasi.
Apabila gapnya positiv (+) maka akan mendapat promosi, rotasi tetapi bukan demosi atau turun jabatan. Jika gapnya negativ (-) maka akan mendapatkan pengembangan.

- Fit: Fit dan Gap postiv (+) menjadi promosi, rotasi: area lebih luas, tanggung jawab lebih besar.

Psikodiagnostik II (observasi) (12-11-13)

Observasi dengan Intervensi
     - Alasan-alasan untuk melakukan intervensi:
  1. Menyebabkan terjadinya suatu kejadian yang jarang terjadi di alam
  2. Meneliti batas-batas respon suatu organisme dengan melakukan variasi sistematika
  3. Mendapatkan akses ke situasi yang pada umumnya tidak terbuka bagi observasi ilmiah
  4. Mengatur kondisi sedemikian rupa (melakukan kontrol)

Jenis Observasi dengan Intervensi
  • Participant Observation
    • Pengamat memainkan peran ganda
    • Memungkinkan pengamat mendapatkan akses ke sebuah situasi
  • Observasi Terstruktur
    • Pengamat melakukan intervensi untuk menyebabkan timbulnya suatu kejadian sehingga kejadian yang dimaksud dapat di catat secara lebih mudah
  • Field Eksperimen
    • Peneliti memanipulasi satu variabel independen atau lebih dalam setting alamiah untuk menetapkan efeknya pada perilaku
  • Peneliti melakukan banyak kontrol
    • Contoh: pura-pura memotong antrian.

Rekaman
     1. Kualitatif:
    •  Rekaman naratif berupa diskusi tertulis tentang perilaku
    •  Mengklasifikasikan dan mengorganisasikan data
    •  Segera dibuat setelah perilaku diobservasi
    2. Kuantitatif:
    • Ada pengukuran: frekuensi atau durasi.
    • Menggunakan skala pengukuran
    • Rating scales

Psikodiagnostik II (observasi) (29-10-13)

  • Observasi dengan intervensi: melakukan penelitian dengan mempengaruhi yang di observasi
  • Observasi penting karena setiap orang memiliki kemampuan untuk observasi dan wawancara (melekat) --> kemampuan dasar yang harus dimiliki psikolog
  • Observasi dan wawancara sangat penting:
       1) Untuk menangkap masalah
       2) Bisa menangkap perubahan
  • Dalam observasi yang ditunjang dengan wawancara:
       1) Untuk memperkuat dugaan
       2) Untuk melengkapi data
  • Perbedaan observasi ilmiah dan observasi umum:
    1. Observasi ilmiah --> observasi by design (kita yang mengatur) dilakukan dalam kondisi yang ditetapkan secara tepat, dengan cara sistematis dan objektif, dengan pencatatan yang teliti
    2. Tujuan --> mendeskripsikan perilaku
    3. Sampel perilaku (tidak perlu mengikuti 24 jam, karena orang memiliki pola yang sama setiap hari)
  • Hal-hal yang mempengaruhi perilaku
    1. Kehadiran orang lain --> (contoh: dikamar dan dikelas berbeda)
    2. Waktu
    3. Tempat
  • Sampel perilaku
    1. Representatif --> sesuai atau tidak
    2. Validitas berhubungan dengan truthfulness --> tingkat kepercayaan
    3. Validitas eksternal --> mengacu pada sejauh mana hasil-hasil sebuah penelitian dapat digeneralisasikan ke populasi, settings, dan kondisi-kondisi yang berbeda.
  • Time Sampling:
    1. Memilih interval waktu untuk melakukan observasi secara sistematis atau secara acak.
    2. Sasaran: perilaku yang sering terjadi.
  • Event Sampling:
    1. Sasaran: perilaku yang jarang terjadi,
    2. Pada acara tertentu --> permainan, ritual, rapat, dan lain-lain.
    3. Kejadian tertentu --> bencana alam
  • Situation Sampling:
    1. Mempelajari perilaku dilokasi-lokasi yang berbeda dan berbagai keadaan dan kondisi yang berbeda.
    2. Seringnya peneliti mengobservasi perilaku dari semua individu yang hadir tetapi pada beberapa situasi peneliti harus memilih individu yang diobservasi saja.
  • Klasifikasi metode observasi:
    1. Observasi dengan intervensi
    2. Observasi tanpa intervensi
  • Naturalistic Observation:
    1. Observasi tanpa intervensi
    2.   Dilakukan saat:
    • Ingin meneliti perilaku pada situasi alaminya --> agresifitas
    • Tidak memungkinkan untuk dilakukan kontrol.